Tampilkan postingan dengan label tugas MTI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas MTI. Tampilkan semua postingan

Artikel SEO pada Website atau Blog (Review)

Artikel SEO pada Website atau Blog (Review)

Apa itu SEO? Apa kegunaan SEO pada sebuah website atau blog? Bagaimana pengaruh SEO terhadap website atau blog? Baik, sebelumnya saya akan menjelaskan secara singkat tentang apa itu SEO.

seo pada artikel website/blog

Pengertian SEO

SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization yang memiliki arti Optimasi Mesin Pencari. SEO adalah suatu usaha mengoptimasi sebuah website atau blog agar dikenali oleh mesin pencari (Google, Bing, Yahoo, dll) dan disukai oleh pengunjung serta mendapat rangking bagus di halaman pencarian. Untuk mengindex atau mengoptimasi sebuah website atau blog agar dikenali oleh mesin pencari dan disukai oleh pengunjung, SEO adalah salah satu caranya.

SEO terbagi kedalam 2 jenis, yaitu:

SEO on Page

SEO on Page adalah optimasi website atau blog secara internal. Hal-hal yang termasuk SEO on Page adalah:
  • Pengaturan website/blog
  • Pemilihan template
  • Pengenalan website/blog pada mesin pencari
  • Membuat konten bagus dan asli


SEO off Page

SEO off Page adalah optimasi website atau blog secara eksternal. Hal-hal yang termasuk SEO off Page adalah:
  • Menempatkan backlink pada website/blog lain
  • Promosi website/blog di media sosial



Kegunaan SEO pada Website/Blog

SEO sangat berguna bagi Anda seorang blogger yang memiliki sebuah website atau blog. Dengan menerapkan SEO, website atau blog Anda akan mudah dikenali oleh mesin pencari dan mendapat peringkat di hasil pencarian sehingga peluang para calon pengunjung website atau blog Anda semakin besar.

Sebuah website atau blog tidak akan berarti tanpa pengunjung, pengunjung adalah faktor penting dari sebuah website. Sebagus apapun tampilan dan  konten sebuah website atau blog, tidak berarti apa-apa tanpa pengunjung. Pengunjung website atau blog akan lebih mudah didapat jika sebuah website atau blog menerapkan SEO. Website atau blog yang menerapkan SEO biasa disebut SEO Friendly.


Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Sebuah Website/Blog Termasuk SEO Friendly?

Bagaimana caranya  mengetahui apakah sebuah artikel atau website/blog SEO apa tidak? Caranya cukup mudah, Anda tinggal mencoba melakukan pencarian di mesin pencari, contohnya Google. Anda bisa mengetikkan alamat website/blog Anda, atau apapun hal yang berkaitan dengan website atau blog Anda seperti judul sebuah artikel atau postingan. 

Pertama, saya mencoba mengetikkan judul lengkap salah satu artikel di blog saya. Judul artikelnya adalah: Fungsi Alat Bantu Copy-Paste yang Membunuh Kreativitas. Hasil pencarian seperti gambar dibawah ini:

seo pada artikel website atau blog


Sebelumnya saya telah mencoba menerapkan SEO on Page pada salah satu artikel di blog saya, dan Alhamdulillah, ternyata usaha saya mendapat hasil. Setelah saya mengikuti langkah-langkah menulis artikel SEO on Page dari sebuah website, artikel saya mendapat peringkat pertama di hasil pencarian mesin pencari Google.

Selanjutnya, saya mencoba mengetikkan keyword atau kata kunci dari artikel tersebut. Kata kunci yang saya pakai adalah: copy paste membunuh kreativitas. Hasil pencarian seperti gambar dibawah ini:

seo pada arikel website/blog


Ternyata artikel saya masih di peringkat pertama. Mungkin karena keyword atau kata kuncinya tidak jauh beda ya? atau saya salah mengambil keyword? hehe. Namun tak mengapa, itu adalah hal lumrah yang terjadi pada blogger pemula seperti saya.

Sekian postingan saya pada kesempatan kali ini, semoga artikel ini berguna bagi saya pribadi dan bagi kita semua, amiin. Terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.

Cari Sensasi atau Kejar Prestasi?

Cari Sensasi atau Kejar Prestasi?

Cari sensasi atau prestasi? Apa itu sensasi? Pernahkah Anda membuat sensasi? Bagaimana perasaan Anda ketika membuat sensasi? Apa itu prestasi? Apakah Anda punya prestasi yang bisa Anda banggakan?

pecundang cari sensasi pemenang kejar prestasi

Apa itu Sensasi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sensasi berarti sesuatu hal yang merangsang emosi, menggemparkan, juga bisa berarti keonaran. Sensasi juga bisa berarti sesuatu hal baru, unik, dan nyentrik yang dilakukan oleh seseorang dan mendapat respon dengan sebuah perasaan tak terbayangkan dan membuat orang lain penasaran. Sebagai contoh, seorang artis wanita membuat sensasi dengan melakukan sesuatu hal dianggap “gila” oleh orang lain. Misalnya mencukur habis rambutnya sampai botak. Atau seorang pejabat yang membuat sensasi dengan mengeluarkan sebuah pernyataan yang kontroversial dan asing bagi masyarakat sehingga menimbulkan pro dan kontra dalam kehidupan masyarakat. Pertanyaannya, kenapa mereka membuat sensasi? Apa gunanya sebuah sensasi? Sensasi dilakukan atau dibuat untuk mendapat respon atau tanggapan dari orang lain. Seseorang yang membuat sebuah sensasi biasanya akan merasa senang, terkenal, hebat, dan berharga ketika sensasi yang dia buat di respon atau ditanggapi oleh orang lain. Terlebih jika sebuah sensasi yang dibuat tersebut terkenal dan menjadi bahan bincang banyak orang, si pembuat sensasi pasti akan merasa sangat senang dan puas. Semuanya dilakukan hanya untuk tujuan mendapat kesenangan dan kepuasan diri si pembuat sensasi.

Manusia adalah makhluk sosial yang hidup berdampingan dan menjalin hubungan dengan manusia-manusia lain. Seorang manusia tidak bisa hidup tanpa berkomunikasi dan bantuan dari manusia yang lain. Dalam kehidupannya, manusia senantiasa akan selalu membutuhkan bantuan dari manusia lain.

Seorang bijak pernah berkata, "Everyone wants to be seen". Setiap orang ingin dilihat. Dilihat oleh dunia, dianggap, dan diakui keberadaannya. Mungkin sudah sifatnya, karena manusia adalah makhluk sosial, bukan antisosial. Mungkin juga karena sifat dasar itulah, manusia mencari sensasi. Karena menurut mereka, dengan sebuah sensasi, mereka akan dilihat, dianggap, dan diakui keberadaannya oleh manusia-manusia lainnya.

Apa itu Prestasi?

Menurut Wikipedia, kata prestasi berasal dari bahasa Belanda yang berarti hasil usaha. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. Prestasi bisa dicapai dengan kemampuan intelektual, emosional,dan spiritual, serta ketahanan diri dalam menghadapi situasi segala aspek kehidupan. Prestasi terbagi kedalam dua jenis, yaitu:

Prestasi akademik. prestasi akademik adalah prestasi resmi yang mendapat pengakuan dari lembaga atau organisasi terkait yang dicapai dalam dunia akademik. Misalnya, prestasi mendapat peringkat pertama di kelas atau di sekolah, atau mendapat gelar sarjana dengan peringkat cumlaude.
Prestasi non akademik. Prestasi non akademik adalah prestasi tidak resmi yang dicapai selain atau bukan dalam bidang akademik. Misalnya, juara lomba menulis di blog, atau juara lomba azan dan mengaji antar desa.

Sensasi dan Prestasi, Apa Bedanya?

Seperti yang telah saya paparkan diatas, sensasi adalah suatu hal yang dilakukan untuk kesenangan dan kepuasan ketika mendapat respon atau tanggapan dari orang lain. Sensasi tidak bersifat resmi atau akademik. Sensasi dilakukan oleh seseorang sebagai bentuk ekspresi diri si pembuat sensasi.

Lain halnya dengan prestasi, prestasi adalah hasil yang diakui yang dicapai setelah melakukan sesuatu kegiatan atau perlombaan. Prestasi bersifat historis dan resmi, artinya seseorang yang mendapat prestasi akan dikenang karena kehebatannya dalam membuat prestasi tersebut.

Yang paling penting, prestasi bisa atau patut dibanggakan. Karena prestasi adalah hasil dari sebuah kerja keras. Tidak seperti sensasi yang hanya dianggap cari perhatian semata.

Apa itu Pecundang?

Menurut arti kata, pecundang adalah orang yang kalah dalam sebuah pertandingan atau perlombaan. Pecundang dalam arti luas adalah orang yang kalah dalam sesuatu hal yang dia lakukan dalam hidupnya. Pecundang adalah orang yang lemah. Pecundang tidak mampu bangkit, mereka hanya bisa menggerutu, menyesali, mengumpat, dan terpuruk dalam kekalahannya.

Cari Sensasi adalah Pecundang?

Mencari sensasi adalah pecundang? Tentu saja. Kembali ke awal, kenapa saya menulis "pecundang yang hanya mencari sensasi"? Karena menurut saya, memang hanya seorang pecundang yang hanya mencari sensasi. Mungkin Anda tidak setuju dengan pendapat saya, namun tak mengapa, saya terima ketidaksetujuan Anda.
Pecundang akan malu dan menutupi kekalahannya. Mereka tidak ingin orang lain tahu bahwa mereka telah kalah dalam hidup. Pecundang akan membuat tameng pelindung untuk mengalihkan perhatian orang lain terhadap kekalahannya dengan sesuatu hal lain yang instan, menghebohkan, tanpa memerlukan kemampuan khusus yang membuat dia terlihat "hebat" dan "membanggakan". Jalan satu-satunya adalah sensasi. Ya, sensasi bisa membuat pecundang terlihat hebat dan membanggakan.

Apa itu Pemenang?

Pemenang adalah orang yang menang. Lain halnya dengan pecundang, pemenang tidak seperti pecundang. Pemenang memenangi aksi dan reaksi dalam setiap kesempatan dan peluang yang datang dalam hidupnya.

Seorang pemenang bukan yang tidak pernah kalah. Namun dia tahu bagaimana mengambil sikap atas kekalahannya. Pemenang tidak mudah terpuruk dalam kekalahan, mereka mau bangkit, mencoba lagi, lagi, dan lagi. Tanpa menyesal, tanpa menggerutu, atau bahkan mengumpat menyalahi keadaan dan meratapi nasib.

Kejar Prestasi adalah Pemenang?

Mengejar prestasi adalah tujuan para pemenang. Seseorang yang berprestasi layak disebut pemenang. Kenapa? karena prestasi didapat dari hasil kerja keras dan pengorbanan. Kerja keras dan pengorabanan adalah ciri-ciri seorang pemenang. Pemenang akan dan terus mengejar prestasi, bukan hanya sekedar mencari sensasi. Pemenang mengganggap sensasi adalah hal yang tidak berguna dan tidak bisa dibanggakan.

Pilih Prestasi atau Sensasi?

Pilih sensasi? Boleh saja. Semua orang mungkin akan ingat bahwa seseorang pernah membuat sebuah sensasi. Namun itu tidak bertahan lama, hanya sebatas hiburan semata. Orang akan lupa dengan sendirinya, karena menurut saya itu adalah hal percuma dan tidak berharga. Lain halnya dengan prestasi yang diraih atau diukir oleh seseorang. Orang-orang akan mengingat dan mengenang prestasi yang diukir oleh para pemenang.

Ada sebuah cerita, seorang pelajar atau mahasiswa membuat sebuah prestasi dengan melakukan sebuah percobaan atau penelitian. Seringkali mahasiswa tersebut mengalami kegagalan dalam riset atau percobaannya. Berbagai komentar dan tanggapan muncul dari teman-teman serta dari para dosen.

Ada sebagian teman yang mendukung dan menyarankan mahasiswa tersebut untuk terus melakukan riset dan percobaannya, namun ada sebagian “teman” lainnya yang berkomentar miring terhadap penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut. Mereka menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah hal yang sia-sia dan buang-buang waktu. Namun, si mahasiswa yang berjiwa pemenang tersebut tetap bersikukuh dan melanjutkan penelitiannya tersebut.

Akhirnya, setelah melakukan beberapa pengkajian ulang dan perbaikan mahasiswa tersebut berhasil menemukan sebuah inovasi baru yang berguna untuk bidang pendidikan dari hasil penelitiannya. Inovasi tersebut diperkenalkan kepada para pejabat kampus hingga mendapat pengakuan serta meraih penghargaan dari pemerintah.

Lucunya, setelah apa yang dilakukan dan dicapai dan diraih oleh “sang pemenang” tersebut, beberapa “pecundang” yang tadinya berkomentar miring datang kepadanya sambil berkata, “Kami meremehkan kamu dulu untuk memotivasi kamu”.

***

Sekian pembahasan saya tentang  pecundang dan pemenang dalam artikel saya pada kesemapatan kali ini, semoga artikel ini bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi kita semua. Amiin. Terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.

Pecundang Cari Sensasi, Pemenang Kejar Prestasi

Pecundang Cari Sensasi, Pemenang Kejar Prestasi

Pecundang cari sensasi? Apa itu sensasi? Pernahkah Anda membuat sebuah sensasi? Bagaimana perasaan Anda? Apa itu prestasi? Apakah Anda punya prestasi yang bisa Anda banggakan?

pecundang cari sensasi pemenang kejar prestasi

Manusia adalah makhluk sosial yang hidup berdampingan dan menjalin hubungan dengan manusia-manusia lain. Seorang manusia tidak bisa hidup tanpa berkomunikasi dan bantuan dari manusia yang lain. Dalam kehidupannya, manusia senantiasa akan selalu membutuhkan bantuan dari manusia lain. Di saat seorang manusia sedang merasa senang dan bahagia, dia membutuhkan manusia lain untuk berbagi kebahagiaannya. Begitu juga sebaliknya, ketika seorang manusia merasa sedih dan gelisah, dia membutuhkan manusia lain untuk mencurahkan kesedihan yang sedang dirasakannya.

Seorang bijak pernah berkata, "Everyone wants to be seen". Setiap orang ingin dilihat. Dilihat oleh dunia, dianggap, dan diakui keberadaannya. Mungkin sudah sifatnya, karena manusia adalah makhluk sosial, bukan antisosial. Mungkin juga karena sifat dasar itulah, manusia mencari sensasi. Karena menurut mereka, dengan sebuah sensasi, mereka akan dilihat, dianggap, dan diakui keberadaannya oleh manusia-manusia lainnya.

Pengertian Sensasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sensasi berarti sesuatu hal yang merangsang emosi, menggemparkan, juga bisa berarti keonaran. Sensasi juga bisa berarti sesuatu hal baru, unik, dan nyentrik yang dilakukan oleh seseorang dan mendapat respon dengan sebuah perasaan tak terbayangkan dan membuat orang lain penasaran. Sebagai contoh, seorang artis wanita membuat sensasi dengan melakukan sesuatu hal dianggap “gila” oleh orang lain. Misalnya mencukur habis rambutnya sampai botak. Atau seorang pejabat yang membuat sensasi dengan mengeluarkan sebuah pernyataan yang kontroversial dan asing bagi masyarakat sehingga menimbulkan pro dan kontra dalam kehidupan masyarakat. Pertanyaannya, kenapa mereka membuat sensasi? Apa gunanya sebuah sensasi? Sensasi dilakukan atau dibuat untuk mendapat respon atau tanggapan dari orang lain. Seseorang yang membuat sebuah sensasi biasanya akan merasa senang, terkenal, hebat, dan berharga ketika sensasi yang dia buat di respon atau ditanggapi oleh orang lain. Terlebih jika sebuah sensasi yang dibuat tersebut terkenal dan menjadi bahan bincang banyak orang, si pembuat sensasi pasti akan merasa sangat senang dan puas. Semuanya dilakukan hanya untuk tujuan mendapat kesenangan dan kepuasan diri si pembuat sensasi.

Pengertian Prestasi

Menurut Wikipedia, kata prestasi berasal dari bahasa Belanda yang berarti hasil usaha. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. Prestasi bisa dicapai dengan kemampuan intelektual, emosional,dan spiritual, serta ketahanan diri dalam menghadapi situasi segala aspek kehidupan. Prestasi terbagi kedalam dua jenis, yaitu:

Prestasi akademik. prestasi akademik adalah prestasi resmi yang mendapat pengakuan dari lembaga atau organisasi terkait yang dicapai dalam dunia akademik. Misalnya, prestasi mendapat peringkat pertama di kelas atau di sekolah, atau mendapat gelar sarjana dengan peringkat cumlaude.
Prestasi non akademik. Prestasi non akademik adalah prestasi tidak resmi yang dicapai selain atau bukan dalam bidang akademik. Misalnya, juara lomba menulis di blog, atau juara lomba azan dan mengaji antar desa.

Sensasi dan Prestasi, Apa Bedanya?

Seperti yang telah saya paparkan diatas, sensasi adalah suatu hal yang dilakukan untuk kesenangan dan kepuasan ketika mendapat respon atau tanggapan dari orang lain. Sensasi tidak bersifat resmi atau akademik. Sensasi dilakukan oleh seseorang sebagai bentuk ekspresi diri si pembuat sensasi.

Lain halnya dengan prestasi, prestasi adalah hasil yang diakui yang dicapai setelah melakukan sesuatu kegiatan atau perlombaan. Prestasi bersifat historis dan resmi, artinya seseorang yang mendapat prestasi akan dikenang karena kehebatannya dalam membuat prestasi tersebut.

Yang paling penting, prestasi bisa atau patut dibanggakan. Karena prestasi adalah hasil dari sebuah kerja keras. Tidak seperti sensasi yang hanya dianggap cari perhatian semata.

Apa itu Pecundang?

Menurut arti kata, pecundang adalah orang yang kalah dalam sebuah pertandingan atau perlombaan. Pecundang dalam arti luas adalah orang yang kalah dalam sesuatu hal yang dia lakukan dalam hidupnya. Pecundang adalah orang yang lemah. Pecundang tidak mampu bangkit, mereka hanya bisa menggerutu, menyesali, mengumpat, dan terpuruk dalam kekalahannya.

Pecundang Cari Sensasi

Mencari sensasi adalah pecundang? Tentu saja. Kembali ke awal, kenapa saya menulis "pecundang yang hanya mencari sensasi"? Karena menurut saya, memang hanya seorang pecundang yang hanya mencari sensasi. Mungkin Anda tidak setuju dengan pendapat saya, namun tak mengapa, saya terima ketidaksetujuan Anda.
Pecundang akan malu dan menutupi kekalahannya. Mereka tidak ingin orang lain tahu bahwa mereka telah kalah dalam hidup. Pecundang akan membuat tameng pelindung untuk mengalihkan perhatian orang lain terhadap kekalahannya dengan sesuatu hal lain yang instan, menghebohkan, tanpa memerlukan kemampuan khusus yang membuat dia terlihat "hebat" dan "membanggakan". Jalan satu-satunya adalah sensasi. Ya, sensasi bisa membuat pecundang terlihat hebat dan membanggakan.

Apa itu Pemenang?

Pemenang adalah orang yang menang. Lain halnya dengan pecundang, pemenang tidak seperti pecundang. Pemenang memenangi aksi dan reaksi dalam setiap kesempatan dan peluang yang datang dalam hidupnya.

Seorang pemenang bukan yang tidak pernah kalah. Namun dia tahu bagaimana mengambil sikap atas kekalahannya. Pemenang tidak mudah terpuruk dalam kekalahan, mereka mau bangkit, mencoba lagi, lagi, dan lagi. Tanpa menyesal, tanpa menggerutu, atau bahkan mengumpat menyalahi keadaan dan meratapi nasib.

Pemenang Kejar Prestasi

Mengejar prestasi adalah tujuan para pemenang. Seseorang yang berprestasi layak disebut pemenang. Kenapa? karena prestasi didapat dari hasil kerja keras dan pengorbanan. Kerja keras dan pengorabanan adalah ciri-ciri seorang pemenang. Pemenang akan dan terus mengejar prestasi, bukan hanya sekedar mencari sensasi. Pemenang mengganggap sensasi adalah hal yang tidak berguna dan tidak bisa dibanggakan.

Prestasi atau Sensasi?

Pilih sensasi? Boleh saja. Semua orang mungkin akan ingat bahwa seseorang pernah membuat sebuah sensasi. Namun itu tidak bertahan lama, hanya sebatas hiburan semata. Orang akan lupa dengan sendirinya, karena menurut saya itu adalah hal percuma dan tidak berharga. Lain halnya dengan prestasi yang diraih atau diukir oleh seseorang. Orang-orang akan mengingat dan mengenang prestasi yang diukir oleh para pemenang.

Ada sebuah cerita, seorang pelajar atau mahasiswa membuat sebuah prestasi dengan melakukan sebuah percobaan atau penelitian. Seringkali mahasiswa tersebut mengalami kegagalan dalam riset atau percobaannya. Berbagai komentar dan tanggapan muncul dari teman-teman serta dari para dosen.

Ada sebagian teman yang mendukung dan menyarankan mahasiswa tersebut untuk terus melakukan riset dan percobaannya, namun ada sebagian “teman” lainnya yang berkomentar miring terhadap penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut. Mereka menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah hal yang sia-sia dan buang-buang waktu. Namun, si mahasiswa yang berjiwa pemenang tersebut tetap bersikukuh dan melanjutkan penelitiannya tersebut.

Akhirnya, setelah melakukan beberapa pengkajian ulang dan perbaikan mahasiswa tersebut berhasil menemukan sebuah inovasi baru yang berguna untuk bidang pendidikan dari hasil penelitiannya. Inovasi tersebut diperkenalkan kepada para pejabat kampus hingga mendapat pengakuan serta meraih penghargaan dari pemerintah.

Lucunya, setelah apa yang dilakukan dan dicapai dan diraih oleh mahasiswa “sang pemenang” itu, beberapa teman “pecundang” yang tadinya berkomentar miring terhadap dia datang kepadanya sambil berkata, “Kami meremehkan kamu dulu untuk memotivasi kamu”.

***

Sekian opini dan pembahasan saya tentang pecundang dan pemenang dalam artikel saya pada kesempatan kali ini, semoga artikel ini bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi kita semua. Amiin. Terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.

Fungsi Alat Bantu Copy-Paste Membunuh Kreativitas

Fungsi Alat Bantu Copy-Paste Membunuh Kreativitas

Apa itu fungsi alat bantu copy-paste? Anda pasti pernah atau sering mengcopy-paste suatu file dalam bentuk teks dari sebuah website atau blog di internet. Namun apakah Anda tahu dan sadar bahwa Anda secara perlahan telah membunuh kreativitas Anda dalam menulis?


pengaruh copy paste terhadap kreativitas menulis

Perkembangan teknologi informasi khususnya komputer saat ini memang sudah sangat cepat. Para developer atau pengembang aplikasi perangkat lunak komputer telah membuat berbagai macam fungsi dan alat bantu untuk memudahkan user atau pengguna dalam menggunakan komputer. Saya pribadi sebagai salah seorang pengguna alat elektronik ini merasa sangat terbantu dengan adanya komputer.

Seperti yang kita tahu, dahulu komputer adalah alat elektronik yang sangat sederhana. Komputer ketika pertama kali diciptakan hanyalah sebagai alat bantu hitung dalam perhitungan aritmatika. Baru kemudian setelah mengalami perkembangan dan peningkatan komputer digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan hal-hal yang tdak berhubungan dengan matematika.

Banyaknya perkembangan atau peningkatan fungsi alat bantu pada sebuah komputer masa kini seringkali membuat para pengguna terbuai dan manja. Para pengguna senantiasa menggunakan fungsi dan alat bantu tersebut secara berlebihan dan menurut saya telah menyalahi tujuan.

Tujuan diciptakannya fungsi dan alat bantu pada sebuah komputer adalah untuk membantu pengguna dalam mengolah data, menyimpan data, dan menjadikannya sebuah informasi. Namun, apa jadinya jika para pengguna komputer menggunakan fungsi dan alat bantu tersebut untuk hal-hal yang melanggar hukum hak cipta.

Pengertian Fungsi Alat Bantu Copy-Paste

Copy-paste adalah sebuah fungsi alat bantu editor dalam komputer yang terdiri dari dua kata dalam Bahasa Inggris, yaitu; “copy” dan “paste” yang berarti “menyalin” dan “menempel”. Copy-paste (biasa disingkat: copas) adalah salah satu fungsi alat bantu atau tool editor dalam sebuah perangkat elektronik seperti; komputer, ponsel pintar dan sebagainya. Copy-paste digunakan untuk menggandakan suatu file (teks, gambar, suara, video, dsb) secara instan dan identik tanpa harus mengubah atau menghapus file asli.

Penggunaan Fungsi Alat Bantu Copy-Paste

Fungsi copy-paste biasanya digunakan untuk menyalin sebuah data atau file sebagai backup atau cadangan dari file asli. Seseorang yang membutuhkan cadangan file seperti teks atau dokumen akan menggunakan tool editor ini untuk melakukan perintah tersebut karena mudah, cepat, dan instan.

Copy-paste digunakan dengan cara memilih suatu file yang akan digandakan kemudian disalin dan selanjutnya ditempel atau ditempatkan ke tempat lain. Sebagai contoh, ketika kita berniat hendak menyalin atau menggandakan suatu file dalam bentuk teks dari sebuah website/blog di internet, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Buka website/blog yang berisi file teks yang akan digandakan.
  2. Arahkan “mouse-pointer” pada karakter pertama teks yang akan digandakan, “hold-click” dan “drag” sampai karakter terakhir teks yang akan digandakan kemudian “release-click”.
  3. Teks yang telah Anda drag akan ter-block dan berwarna, Kemudian tekan tombol CTRL+C .
  4. Teks yang Anda block sudah ter-copy, selanjutnya tinggal menempel teks tersebut.
  5. Buat sebuah file baru dalam bentuk teks (.doc/.txt). Buka file tersebut, lalu tekan tombol CTRL+V.
  6. Teks yang Anda copy sudah tertempel, selanjutnya simpan file tersebut.

Kelebihan Fungsi Alat Bantu Copy-Paste dan Kekurangannya

Fungsi alat bantu copy-paste memiliki beberapa kelebihan ketika digunakan untuk menyalin sebuah file atau teks, antara lain:
  • Mudah. Sesuai namanya, copy-paste. Kita hanya perlu mengcopy sebuah file dan mem-paste nya.
  • Tidak terbatas. Artinya kita bisa mengcopy-paste teks atau file sebanyak-banyaknya.
Ada kelebihan, ada juga kekurangan. Disamping dua kelebihan copy-paste diatas, ternyata ada kekurangan jika kita sering mengcopy-paste teks atau tulisan orang lain:
  • Manja. Kita akan terbiasa menggunakan copy-paste dalam membuat sebuah tulisan.
  • Menghilangkan kreativitas menulis. Karena kita sudah terbiasa mengcopy-paste tulisan hasil karya orang lain.

Pengaruh Fungsi Alat Bantu Copy-Paste Terhadap Kreativitas Menulis

Setelah Anda melakukan percobaan menggunakan alat bantu copy-paste seperti langkah yang saya tulis diatas, bagaimana tanggapan Anda? Mudah dan cepat bukan? Tentu saja. Para pengembang perangkat lunak memang menciptakan fungsi alat bantu copy-paste untuk memudahkan user atau pengguna agar lebih mudah dalam menyalin atau menggandakan suatu file. Anda tidak perlu lagi repot menulis atau mengetik ulang teks yang Anda perlukan.

Namun, bagaimana jika suatu waktu fungsi alat bantu copy-paste tersebut tidak lagi berfungsi atau rusak? Bagaimana cara Anda menyalin teks atau file yang Anda butuhkan? Repot bukan? Belum lagi jika Anda diminta menulis sebuah dokumen dalam bentuk teks dengan cara mengetik di komputer atau laptop Anda, Anda pasti akan langsung panik setengah mati!

Itulah yang saya rasakan saat ini, saya sedang panik dan bingung. Saya diminta oleh salah seorang dosen saya untuk menulis sebuah artikel blog (asli tanpa fungsi alat bantu copy-paste) sebanyak 1500 kata. Ampun Pak! Apa yang harus saya tulis? Bagaimana cara saya menulis dengan baik dan benar? Mampukah saya mengetik dengan lancar dan benar?

Kepanikan saya berlapis ganda, selain karena saya pernah (jika tidak dikatakan sering) mengcopy-paste tulisan orang lain dari internet, saya sebenarnya juga jarang menulis. Artikel ini adalah tulisan asli pertama saya setelah sekian lama tidak menulis. Rasanya seperti orang yang terlalu lama tidur dan bangun secara tiba-tiba. Pusing.

Kebiasaan Copy-Paste Baik atau Buruk?

Ternyata sebuah kebiasaan menggunakan fungsi alat bantu copy-paste itu membuat kita terlena dan manja dengan kebiasaan tersebut. Ketika kita terbiasa hidup atau bekerja dengan suatu alat atau bantuan yang memudahkan hidup kita, kita akan tidak siap ketika alat atau bantuan itu tidak ada atau dilarang digunakan dalam pekerjaan kita.

Dengan kebiasaan kita memakai atau menggunakan alat bantu dalam pekerjaan kita, secara perlahan dan tidak sadar kita juga telah mengikis sedikit-demi sedikit kemampuan dan kreativitas kita (dalam hal ini) untuk menulis dan mengetik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “menulis” berarti melahirkan pikiran/gagasan atau perasaan dalam bentuk tulisan. Pikiran-pikiran atau gagasan-gagasan yang ada dan terlintas di pikiran kita adalah bahan pokok untuk membuat sebuah tulisan. Masalahnya, bagaimana cara kita menuangkan pikiran dan gagasan tersebut?

Pertama, kita harus menentukan dahulu tema atau ide pokok dari tulisan kita. Selanjutnya, kita membuat kerangka tulisan tentang poin-poin apa saja yang akan ditulis atau disampaikan dalam tulisan kita. Yang terakhir, kita kembangkan kerangka atau poin-poin tersebut.

Menulis memang tidak mudah. Namun jika dicoba dan dilatih secara terus-menerus kita pasti akan bisa dan terbiasa. Kita bisa menulis dengan baik dan benar bahkan bisa juga menjadi penulis professional. Itu semua tidak akan terjadi jika kita sudah manja dan terbuai dengan “alat bantu tulis” yang sebenarnya diciptakan untuk membantu, namun digunakan sebagai kebutuhan pokok dalam pekerjaan kita sehari-hari.

Nah, jika Anda sering menggunakan tools alat bantu copy-paste dalam membuat sebuah karya tulis, sebaiknya Anda mulai mengurangi (jika tidak bisa menghilangkan) kebiasaan tersebut. Karena tools alat bantu copy-paste itu tidak bagus bagi kreativitas dan kemampuan menulis Anda.
Sekian postingan saya pada kesempatan ini, semoga artikel ini bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi kita semua. Amiin.

Terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.